Dedak menjadi bahan yang sering digunakan dalam pakan ternak karena mudah diperoleh dari tempat penggilingan padi. Bahan ini dapat membantu menyediakan energi dan melengkapi campuran pakan, tetapi mutunya bergantung pada jenis, kebersihan, serta cara penyimpanannya.
Pemanfaatan dedak untuk pakan ternak perlu mengikuti kebutuhan hewan dan komposisi ransum. Peternak sebaiknya tidak menjadikan dedak sebagai satu-satunya pakan, sebab ternak tetap membutuhkan protein, mineral, vitamin, dan nutrisi lain dalam jumlah seimbang.
Pemanfaatan Dedak untuk Pakan Ternak
1. Pilih dan Periksa Kualitas Dedak
Dedak padi dapat dimasukkan ke dalam campuran pakan sapi, kambing, unggas, atau ternak lain dengan takaran berbeda. Sesuaikan komposisi dengan jenis ternak, usia, tujuan pemeliharaan, dan mutu bahan baku yang tersedia.
Periksa dedak sebelum membeli atau menggunakannya. Pilih bahan dengan aroma normal, tidak menggumpal karena lembap, serta bebas dari jamur, serangga, dan benda asing.
Perhatikan juga banyaknya sekam atau campuran kulit padi di dalam dedak. Bahan dengan terlalu banyak pengotor dapat menurunkan konsentrasi nutrisi dan membuat hasil ransum sulit diprediksi.
Dedak mengandung energi dan sebagian protein, tetapi kadar nutrisi serta seratnya dapat berbeda antarbahan. Jika tersedia, gunakan informasi label atau hasil analisis bahan untuk membantu menyusun ransum dan menghindari campuran yang kurang seimbang.
2. Campurkan dengan Bahan Pakan Lain
Padukan dedak dengan sumber protein, hijauan, atau konsentrat sesuai kebutuhan ternak. Untuk ternak ruminansia, dedak dapat melengkapi hijauan, sedangkan unggas memerlukan formula yang dirancang khusus untuk fase pertumbuhannya.
Jangan menentukan takaran hanya berdasarkan perkiraan atau harga bahan. Perubahan komposisi yang terlalu besar dapat memengaruhi keseimbangan nutrisi dan performa ternak, sehingga konsultasikan formula kepada penyuluh atau ahli nutrisi bila diperlukan.
Untuk ayam petelur atau pedaging, pilih pakan lengkap yang mengikuti fase produksi dan jangan menambah dedak hingga mengencerkan nutrisi utama. Pada sapi dan kambing, dedak tetap perlu dipadukan dengan hijauan bersih serta sumber nutrisi lain.
3. Atur Kelembapan dan Penyimpanan
Simpan dedak di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari hujan. Gunakan karung bersih atau wadah tertutup yang tidak bersifat toksik, lalu letakkan di atas palet agar bahan tidak bersentuhan langsung dengan lantai lembap.
Hindari menumpuk karung langsung di lantai atau menempelkan stok pada dinding yang lembap. Cara penyimpanan ini membantu mengurangi penyerapan air dan memudahkan pemeriksaan bila muncul tanda kerusakan.
Beli dedak sesuai kebutuhan supaya stok tidak tersimpan terlalu lama. Beri tanda tanggal penerimaan dan gunakan bahan yang lebih dahulu datang selama kondisinya masih baik. Periksa aroma, tekstur, dan tanda kerusakan sebelum mencampurkannya ke pakan.
4. Olah Menjadi Pakan Campuran atau Pelet
Peternak dapat mencampur dedak dengan bahan lain untuk menghasilkan ransum yang lebih seragam. Aduk sampai merata agar setiap bagian pakan memiliki komposisi yang mendekati sama, kemudian sesuaikan bentuknya dengan cara pemberian dan jenis ternak.
Untuk produksi berbentuk pelet, gunakan mesin sesuai kapasitas dan formula yang telah disiapkan. Informasi mesin pembuat pelet dapat membantu peternak mempertimbangkan alat yang sesuai dengan kebutuhan produksi, sedangkan situs Rumah Mesin menyediakan informasi peralatan pengolahan usaha lainnya.
5. Pantau Respons Ternak
Saat mengenalkan campuran dedak baru, ubah ransum secara bertahap dan amati nafsu makan serta kondisi ternak. Jika ternak menyisakan pakan, mengalami gangguan pencernaan, atau menunjukkan perubahan yang tidak biasa, periksa kembali mutu bahan dan komposisi campurannya.
Catat jenis dedak, jumlah yang digunakan, dan hasil pemakaian dari waktu ke waktu. Catatan ini membantu peternak membandingkan biaya, menilai kesesuaian ransum, dan mengatur persediaan dengan lebih terencana.
Kesimpulan
Pemanfaatan dedak untuk pakan ternak dapat membantu melengkapi kebutuhan ransum jika peternak memilih bahan yang baik dan menggunakannya dengan takaran sesuai. Perhatikan keseimbangan nutrisi, kebersihan, dan penyimpanan agar mutu dedak tidak cepat menurun. Untuk hasil yang lebih tepat, sesuaikan racikan dengan jenis ternak dan minta saran tenaga peternakan bila diperlukan.
