Jerami padi merupakan limbah pertanian yang melimpah dan peternak dapat memanfaatkannya sebagai pakan ternak. Namun, jerami memiliki kandungan serat tinggi dan nilai gizi rendah. Anda dapat mengatasi masalah ini dengan melakukan fermentasi jerami menggunakan sistem terbuka. Proses ini meningkatkan kualitas nutrisi jerami sehingga ternak ruminansia seperti sapi dan kambing lebih mudah mencernanya.

Manfaat Fermentasi Jerami Sistem Terbuka

Sebelum mempelajari cara buat fermentasi jerami sistem terbuka, penting memahami manfaatnya:

  • Proses fermentasi meningkatkan kandungan protein jerami hingga tiga kali lipat
  • Jerami menjadi lebih awet dan tahan lama untuk cadangan pakan
  • Fermentasi menghasilkan aroma lebih harum yang ternak sukai
  • Tekstur jerami menjadi lebih lembut dan ternak mudah mencernanya
  • Peternak memiliki solusi pakan saat musim kemarau ketika hijauan segar langka

1. Cara Buat Fermentasi Jerami Sistem Terbuka Metode Pertama

Metode pertama menggunakan probiotik dan urea sebagai bahan utama fermentasi. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Siapkan jerami padi segar 1 ton dengan kadar air 60-65%
  2. Cacah jerami menjadi potongan lebih kecil agar fermentasi merata
  3. Pilih lokasi yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung
  4. Tumpuk jerami setebal 20 cm di lokasi fermentasi
  5. Taburi probiotik 2,5 kg dan urea 2,5 kg secara merata
  6. Padatkan dengan menginjak-injak untuk menghilangkan rongga udara
  7. Ulangi penumpukan hingga ketinggian 1-3 meter
  8. Beri probiotik dan urea pada setiap lapisan dengan takaran sama
  9. Diamkan selama 21 hari untuk proses fermentasi

2. Cara Buat Fermentasi Jerami Sistem Terbuka Metode Kedua

Metode kedua menggunakan EM4 dan molase sebagai starter fermentasi dengan tahapan:

  1. Cacah 1 ton jerami hingga berukuran kecil
  2. Larutkan 6 kg molase atau tetes tebu dengan air secukupnya
  3. Tambahkan EM4 sesuai petunjuk kemasan ke larutan molase
  4. Bentangkan terpal atau plastik besar di lokasi yang ternaungi
  5. Masukkan jerami sambil menyiram larutan molase dan EM4 merata
  6. Tambahkan dedak atau bekatul untuk meningkatkan nutrisi
  7. Padatkan jerami dengan menginjak-injak hingga tidak ada rongga udara
  8. Tutup rapat menggunakan plastik dan ikat dengan tali
  9. Diamkan selama 14 hari hingga fermentasi sempurna

3. Cara Buat Fermentasi Jerami Sistem Terbuka Metode Ketiga

Metode ketiga menggunakan Starbio dan tetes tebu dengan cara:

  1. Tumpuk jerami setinggi 30 cm di lokasi ternaungi
  2. Padatkan jerami dengan menginjak-injak hingga padat
  3. Taburi Starbio dengan dosis 0,6% dari berat jerami secara merata
  4. Tumpuk kembali jerami setinggi 30 cm
  5. Taburi lagi dengan Starbio sesuai dosis
  6. Ulangi hingga mencapai ketinggian yang Anda inginkan
  7. Siram tumpukan dengan tetes tebu 4 liter per ton jerami
  8. Tambahkan air hingga kadar air mencapai 60%
  9. Tutup dengan karung plastik jika memungkinkan
  10. Diamkan selama 9-12 hari untuk proses fermentasi

Ciri-Ciri Fermentasi Jerami yang Berhasil

Jerami fermentasi yang berhasil memiliki ciri khas yang mudah Anda kenali:

  • Jerami mengeluarkan aroma harum dan sedikit asam, bukan bau busuk menyengat
  • Warna berubah menjadi kuning kecoklatan
  • Tekstur menjadi lebih lemas dan tidak kaku seperti jerami biasa
  • Tidak ada jamur atau tanda-tanda pembusukan

Penyimpanan dan Pemberian pada Ternak

Setelah proses fermentasi selesai, perhatikan hal-hal berikut:

  • Angin-anginkan jerami fermentasi hingga cukup kering
  • Simpan di tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung
  • Berikan pada sapi 6-8 kg per ekor per hari sebagai pakan berserat utama
  • Sediakan konsentrat 1-1,5% dari berat badan ternak
  • Pastikan Anda menyediakan air minum cukup untuk ternak

Kesimpulan

Peternak dapat melakukan cara buat fermentasi jerami sistem terbuka dengan berbagai metode yang relatif mudah dan murah. Kunci keberhasilan terletak pada pemilihan bahan starter yang tepat, menjaga kadar air optimal, dan memadatkan jerami untuk mengurangi rongga udara. Dengan menerapkan teknik fermentasi yang benar, peternak dapat menyediakan pakan ternak berkualitas tinggi sepanjang tahun, terutama saat musim kemarau ketika hijauan segar sulit mereka peroleh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TOP