Ketika seseorang membaca sebuah artikel, perjalanan mereka sebenarnya tidak harus berhenti setelah mencapai paragraf terakhir. Pengelola website dapat mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan berikutnya sesuai dengan tujuan halaman.
Misalnya, pembaca dapat membaca artikel lain, menghubungi bisnis, mengisi formulir, membagikan konten, atau mencari informasi tambahan. Namun, pembaca sering kali membutuhkan arahan yang jelas agar memahami tindakan yang perlu mereka lakukan setelah membaca. Oleh karena itu, pengelola perlu memasukkan ajakan bertindak di artikel secara tepat dan relevan.
Selain itu, ajakan yang menarik tidak hanya mendorong respons pembaca, tetapi juga membantu website mengarahkan pengunjung menuju halaman atau aktivitas yang memiliki nilai bagi mereka. Dengan perencanaan yang baik, pengelola dapat membuat ajakan bertindak terasa alami tanpa mengganggu kenyamanan pembaca.
Pahami Tujuan Ajakan Bertindak
Sebelum membuat ajakan, tentukan terlebih dahulu tindakan yang ingin pengelola dorong. Setiap artikel dapat memiliki tujuan yang berbeda sehingga pengelola perlu menyesuaikan ajakan dengan topik dan kebutuhan audiens.
Tentukan Tindakan Utama
Misalnya, artikel edukasi dapat mengarahkan pembaca menuju artikel lain yang lebih mendalam. Sementara itu, artikel produk dapat mengarahkan pembaca untuk melihat detail produk atau menghubungi penjual. Dengan demikian, tentukan satu tindakan utama agar pembaca tidak merasa bingung. Selanjutnya, susun ajakan yang langsung mengarah pada tujuan tersebut.
Gunakan Kalimat yang Jelas
Ajakan bertindak perlu menggunakan kalimat yang mudah dipahami. Karena itu, hindari kalimat yang terlalu panjang atau memiliki banyak maksud sekaligus.
Pilih Kata yang Mengarahkan
Gunakan kata seperti “baca”, “pelajari”, “lihat”, “hubungi”, “coba”, atau “bagikan” sesuai dengan tujuan halaman. Kemudian, tambahkan informasi singkat mengenai manfaat tindakan tersebut. Contohnya, pengelola dapat mengajak pembaca membaca artikel lain yang membahas topik lanjutan.
Dengan cara tersebut, pembaca memahami alasan mereka perlu mengikuti ajakan. Salah satu frasa kata kunci yang relevan yaitu contoh ajakan bertindak dalam artikel. Frasa tersebut dapat membantu pembaca memahami bentuk ajakan yang sesuai dengan konteks konten.
Tempatkan Ajakan pada Posisi yang Tepat
Posisi ajakan juga memengaruhi perhatian pembaca. Oleh sebab itu, jangan menempatkan semua ajakan hanya pada satu bagian.
Letakkan Ajakan Setelah Pembahasan Relevan
Tempatkan ajakan setelah pengelola menjelaskan informasi yang berkaitan dengan tindakan tersebut. Misalnya, setelah menjelaskan manfaat sebuah layanan, arahkan pembaca untuk mempelajari layanan secara lebih lengkap.
Selain itu, pengelola dapat menempatkan ajakan pada akhir artikel sebagai langkah berikutnya. Dengan demikian, pembaca memperoleh arahan setelah menyelesaikan seluruh pembahasan.
Sesuaikan Ajakan dengan Isi Artikel
Ajakan harus memiliki hubungan yang jelas dengan topik. Jika artikel membahas cara meningkatkan trafik, misalnya, pengelola dapat mengarahkan pembaca menuju artikel tentang strategi SEO. Sebaliknya, hindari ajakan yang tidak memiliki hubungan dengan pembahasan.
Ajakan yang terlalu jauh dari topik dapat membuat pembaca kehilangan minat. Kemudian, pastikan halaman tujuan memberikan informasi yang sesuai dengan ajakan. Dengan begitu, pembaca memperoleh pengalaman yang lebih terarah dari satu halaman menuju halaman berikutnya.
Gunakan Tautan Internal
Tautan internal dapat mendukung ajakan bertindak sekaligus membantu pembaca menemukan informasi tambahan. Karena itu, hubungkan artikel dengan halaman lain yang memiliki topik berkaitan.
Pilih Halaman yang Relevan
Misalnya, artikel tentang penulisan konten dapat mengarahkan pembaca menuju artikel tentang riset keyword. Selanjutnya, artikel tentang SEO dapat mengarahkan pembaca menuju pembahasan optimasi halaman.
Strategi tersebut membuat pembaca memiliki lebih banyak pilihan informasi. Selain itu, pengelola dapat membantu pembaca menjelajahi website secara lebih luas.
Buat Ajakan yang Menawarkan Manfaat
Pembaca biasanya lebih tertarik ketika ajakan menjelaskan manfaat yang mereka peroleh. Oleh karena itu, jangan hanya menulis perintah singkat tanpa memberikan konteks. Misalnya, gunakan kalimat yang menjelaskan bahwa pembaca dapat mempelajari langkah berikutnya melalui artikel terkait. Dengan demikian, pembaca memahami alasan untuk mengikuti ajakan.
Frasa kata kunci kedua yang dapat mendukung pembahasan yaitu strategi CTA untuk artikel blog. Frasa ini relevan ketika pengelola membahas cara membuat ajakan yang mampu mendorong pembaca melakukan tindakan.
Hindari Terlalu Banyak Ajakan
Terlalu banyak ajakan dapat mengganggu fokus pembaca. Karena itu, pilih tindakan yang paling sesuai dengan tujuan artikel. Selanjutnya, berikan ruang yang cukup antara isi artikel dan ajakan. Gunakan variasi penempatan agar halaman terasa alami dan tidak terlalu penuh dengan instruksi.
Evaluasi Respons Pembaca
Setelah menerapkan ajakan, periksa respons pembaca. Perhatikan jumlah klik pada tautan, kunjungan menuju halaman tujuan, atau tindakan lain yang ingin pengelola dorong. Kemudian, bandingkan hasil beberapa jenis ajakan. Dari data tersebut, pengelola dapat memahami kalimat dan penempatan yang paling sesuai dengan karakter audiens.
Kesimpulan
Ajakan bertindak di artikel membantu pengelola mengarahkan pembaca menuju tindakan yang sesuai dengan tujuan konten. Oleh karena itu, tentukan tujuan, gunakan kalimat yang jelas, pilih posisi yang tepat, serta hubungkan ajakan dengan halaman yang relevan. Selain itu, tawarkan manfaat agar pembaca memahami alasan mereka perlu mengikuti arahan tersebut.
Dengan strategi yang konsisten, artikel tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat mendorong interaksi dan perjalanan pembaca di dalam website. Jika pengelola membutuhkan strategi SEO untuk mendukung performa konten, jasa seo bogor dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengembangkan website.
Jurusann Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. Mempunyai minat di bidang desain. Dapat menyesuaikan diri saya dengan orang baru, lingkungan baru, dan mudah berbaur dengan orang baru. Mampu bertanggung jawab serta mampu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Memiliki keinginan untuk terus berkembang dengan cara belajar hal-hal baru.
